Mengawali review PC dan laptop di tahun 2021, Picel kedatangan sebuah mini pc teranyar dari brand Asus yaitu Asus Pro MiniPC PN62-10110 Plus. Ada beberapa aspek yang akan Picel bahas nanti, jadi temen-temen bisa menilai sendiri, apakah mini PC ini layak didapatkan, atau…. Mending rakit miniPC sendiri?

Model yang Picel review kali ini memiliki spesifikasi yaitu:

  • Processor Intel Core i3-10110U dengan codename Comet Lake, dan berarsitektur 14nm.
  • RAM single channel 4GB DDR4 2666MHz
  • Storage Hard disk SATA 500GB 7200RPM
  • Intel UHD Graphics 620 dengan 1 GB shared memory.

UNBOXING

Dalam paket penjualan, kita akan dihadapkan pada sebuah kotak panjang yang didominasi oleh warna putih dan abu-abu gelap. Dibagian depan hanya terdapat warna putih dengan model Pro Mini PC PN series di sisi kiri dan penampakan produk di sisi kanan. Untuk sisi kiri dan kanan kotak terdapat logo ASUS berwarna putih, sedangkan dibagian belakang terdapat detail hingga spesifikasi dari mini PC ini.

Dalam kotaknya, kita akan menemukan langsung mini PC yang dibalut dengan packaging berwarna putih. Disampingnya akan ada kotak dari karton yang berisikan VESA mount panel yang support ukuran 75×75 dan 100×100. Ada juga buku manual, baut-baut dan pilihan kaki karet untuk mini PC ini. Kita juga akan mendapatkan keyboard dan mouse kabel dalam paket penjualannya. Ya biasalah mouse dan keyboardnya ala kadarnya aja, lebih baik daripada tidak ada sama sekali ya kan.

DESIGN & BUILD QUALITY

Secara design mini PC ini memiliki tampilan yang boxy dan simpel banget. Bener-bener kotak mulai dari depan ke belakang. Untuk warnanya juga didominasi dengan warna hitam, tapi ada warna silver di bagian depan pada logo Asus. Dibagian atasnya juga terdapat texture brushed metal yang menambah kesan elegan pada laptop ini.

Secara dimensi, Asus Pro MiniPC PN62 ini memiliki ukuran 11.5x 11.5cm dengan ketebalan 4.9cm. dan untuk beratnya sendiri berada di sekitar 700 gram. Beratnya ini sedikit banyak hasil sumbangan Hardisk SATA yang disematkan pada miniPC ini. Mungkin jika menggunakan SSD atau NVMe, bobot miniPC ini bisa berkurang sekitar 100-200 gram.

Beralih ke I/O portnya, portnya terfokus pada bagian depan, belakang dan sisi kanan.

Dibagian depan ada tombol power yang letaknya di kanan atas, 1 combo audio jack 3.5mm, 1 port USB Type-C 3.2 gen 2 yang support Power Delivery, 1 port USB type A 3.2 gen 1, Microsd Card Reader, Sensor Infrared, sebuah LED indikator untuk power dan harddisk, serta 2 buah lubang microphone.

Pada sisi kanan hanya terdapat sebuah Kensington Lock dan grill ventilasi, sedangkan di sisi kanan tidak ada port apapun, hanya ada grill ventilasi seperti di sisi kanan.

Untuk sisi belakangnya, terdapat grill ventilasi yang memanjang secara horizontal di sisi atas dan deretan port di sisi bawah yang terdiri dari 1 port full HDMI, 1 port USB Type-C 3.2 gen 1 yang support sebagai Display Port, 1 port LAN Gigabit Ethernet, 2 port USB Type-A 3.2 gen 2, 1 port Charger dan 1 port VGA. Port VGA exchangeable atau bisa diganti dengan port lain seperti Thunderbolt port, dan DisplayPort. Palingan kita harus cari sparepartnya aja yang nanti agak peer.

PERFORMANCE

Untuk urusan performa, PC imut-imut ini sudah dibekali dengan dapur pacu yang tergolong up to date. Ditenagai oleh prosesor Intel Core i3 generasi ke-10 yaitu 10110U yang memiliki 2 inti fisik dan 2 inti virtual, sehingga memiliki total 4 inti.

Prosesor ini memiliki base frequency sebesar 2.6GHz dan turbo boost sebesar 4.1GHz. Prosesor ini banyak dipergunakan di laptop dan juga beberapa mini PC karena menawarkan konsumsi daya yang rendah yaitu TDP sebesar 15 watt.

Untuk ngetest performanya, kita akan coba uji dengan beberapa aplikasi benchmark.

Yang pertama yaitu Cinebench R20, dan Asus Pro MiniPC PN62 mendapatkan skor sebesar 766 point. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Untuk Rendering test BMW di aplikasi Blender, miniPC ini dapat menyelesaikan 1 frame dalam waktu 24 menit 16 detik. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Untuk PCmark 10 sebagai gambaran overall performa dari miniPC ini, skor yang didapat adalah 4.466 untuk Essentials, 3.913 untuk Productivity, dan 2.238 untuk Digital Content Creation. Secara rata-rata miniPC ini mendapatkan skor 2.433. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Di sisi pengolahan grafis, miniPC ini didukung oleh sebuah integrated GPU, yaitu Intel UHD Graphics 620 dengan sharing memori sebesar 1 GB. Tergolong di level cukup-cukup makan lah ya ini GPUnya, tapi tetap akan Picel test juga untuk mengetahui kemampuan kinerja grafis pada miniPC ini.

Untuk melihat performa GPUnya, kita akan jalankan 3Dmark TimeSpy, dan hasilnya, miniPC ini tidak berhasil menjalankan testnya. Kemudian kita turunkan benchmarknya menjadi 3DMark Fire Strike, dan skor yang dihasilkan sebesar 797 untuk Graphic, 5.124 untuk Physics, dan 259 untuk Combine score. Sehingga total skor yang didapat adalah 737.

Selanjutnya kita langsung test mempergunakan serangkaian game seperti biasa. Dan mengingat GPUnya yang lumayan low spek, resolusi game Picel turunkan ke resolusi atau graphic setting yang paling nyaman untuk setiap game.

Yang pertama GTA 5, dengan resolusi 800×600 dan setting Normal, average framerate di 15,9 dengan max 47,1 dan min 0,2fps.

Untuk FIFA 19, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, game ini tidak berhasil dijalankan.

Untuk game PUBG: Lite, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Very Low, average framerate di 51,0 dengan max 76,3 dan min 34,8fps.

Untuk game Need for Speed Heat, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, game ini tidak berhasil dijalankan.

Untuk game CS: GO, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Very Low, average framerate di 15,9 dengan max 31,2 dan min 0,8fps.

Untuk game Valorant, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, average framerate di 52,3 dengan max 102,4 dan min 0,1fps.

Untuk game Pro Evolution Soccer 2021, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, average framerate di 23,4 dengan max 31,4 dan min 3,5fps.

Untuk game The SIMS 4, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, average framerate di 44,8 dengan max 68,9 dan min 0,3fps.

Game terakhir yaitu DOTA 2, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Fastest atau Very Low, average framerate di 38,6 dengan max 53,3 dan min 1,7fps.

Untuk final Test, Picel jalankan Adobe Premiere menggunakan Picel Premiere Benchmark, dan hasilnya miniPC ini berhasil merender project 15 clips 4K dengan format H264 dan preset high quality 4K dalam waktu 34 menit 38 detik. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Kalau urusan temperatur dan frekuensi, kita coba monitor dalam dua keadaan yaitu dalam keadaan idle dan stress test.

Di keadaan idle, CPU usage berada di rata-rata 3.7% dengan minimal 1.4% dan maksimal di 18.8%. Core clocknya juga berada di rata-rata 1.9GHz dengan minimal 798MHz dan maksimal di 4GHz. Secara temperature berada di rata-rata 44 derajat Celsius, dengan minimal 43 derajat dan maksimal di 60 derajat celcius. Power yang digunakan juga berada di rata-rata 2.3 watt saja.

Saat di stress test, CPU usage langsung mentok ke 100%. Core clocknya di awal benchmark berada di 3.7GHz dengan temperature menyentuh 80 derajat dan CPU power peak di 28 watt. Walaupun begitu, kondisi tersebut hanya bisa bertahan sekitar beberapa detik dan langsung turun baik dari sisi frekuensi, temperatur dan CPU power.

Core clock dari 3.7GHz turun ke rentang 1.8 – 1.9GHz dan temperature drop ke rata-rata 65 derajat celcius. Begitu juga dengan CPU powernya stabil di rentang 14-15 watt.

Secara performa, bisa terlihat bagaimana kinerja CPU dan GPU dari miniPC ini. Dibagian CPU, jelas kemampuannya berada di entry level untuk keperluan computing ringan harian. Untuk pemakaian seperti office, browsing, hingga coding sih gak masalah tapi kalau urusan design, video editing harus agak bersabar dan set ekspektasinya jangan ketinggian.

Hal ini sih dikontribusi dari CPU yang masih core i3, GPU integrated yang biasa aja dan juga RAMnya yang masih 4GB single channel. Dalam pengetesan, beberapa kali terlihat bottleneck berada di bagian RAM karena sudah mau menyentuh maksimalnya 4GB, dan juga dampak single channel membuat processornya pun tidak bisa memproses data secara maksimal.

Dalam urusan gaming juga bisa kelihatan bahwa Intel UHD Graphics 620 hanya bisa menjalankan games ala kadarnya, bahkan beberapa game tidak bisa jalan sama sekali. Game-game ringan atau indie games sih harusnya aman, tapi kalau udah masuk ke game triple A mau gak mau ya pasrah aja dengan performa yang diberikan.

MULTIMEDIA

Untuk audio, Asus Pro MiniPC PN62 ini tidak dilengkapi dengan built in speaker. Jadi kali ini Picel tidak bisa menyajikan hasil pengetesan suara seperti biasanya. Output audio hanya bisa melalui port 3.5mm audio jack dibagian depan, bisa juga ditransmit melalui HDMI, atau DisplayPort-nya.

Untuk jaringannya sendiri, miniPC ini sudah dilengkapi dengan wifi Intel AX201NGW yang sudah support wifi 6 atau 802.11ax yang secara teori bisa mentransmit data sebesar 2.4 Gigabit per second. Wifi card ini juga sudah memiliki bluetooth 5.1 yang terintegrasi. Tapi jika teman-teman butuh internet yang kenceng dan stabil, bisa colok langsung ke LAN via Gigabit Ethernet port dibagian belakang ya.

BATTERY

Dan untuk battery, miniPC ini juga tidak dilengkapi dengan built-in battery. Jadi miniPC ini tidak bisa dijadikan portable device, karena harus terhubung ke catu daya sebagai sumber tenaganya.

Power adapternya ini sendiri memiliki daya 19 volt dan 3.42 ampere sehingga total dayanya adalah 65 watt.

UPGRADEABILITY

Untuk kemampuan upgrade, miniPC ini menyimpan cukup banyak hal yang bisa dioprek untuk menambah performanya. Dan yang menariknya, untuk mengakses internalnya tergolong cukup mudah. Kita hanya perlu membuka 4 baut di bagian kaki mini PC ini dan tinggal geser ke samping maka akan langsung terbuka bagian dalamnya.

Ketika kita lihat bagian dalamnya, ada beberapa hal yang bisa diupgrade.

Dari sisi memori, terdapat 2 slot memory DDR 4 tipe SODIMM yang saat ini sudah terisi dengan 1 keping SODIMM DDR4 dengan kapasitas 4GB 2666Mhz. Teman-teman bisa menambahkan kapasitas RAM pada miniPC ini hingga total 64GB, dengan setting 2x32GB untuk mengaktifkan fitur dual-channel nya. Frekuensi maksimal yang disupport hanya bisa sampai 2666MHz karena batasan dari processornya.

Di sisi storage, terdapat port SATA yang saat ini sedang digunakan oleh Harddisk SATA 2.5 inch dengan kapasitas 500GB. Dan hardisk ini bisa teman-teman ganti dengan SSD SATA 2.5inch, untuk mendapatkan kinerja proses data yang lebih baik atau bisa juga mempergunakan 1 slot NVMe M.2 SSD ukuran 2280 atau yang panjang.

Nanti NVMenya ini akan berada diatas dari Wifi Card, agak disayangkan sih posisinya harus berdekatan karena NVMe dan wifi card ini kan sama-sama menghasilkan panas yang lumayan, apalagi ditaruh berdekatan sehingga potensi overheatnya jadi tinggi banget.

Sementara untuk prosesornya, kita coba cek potensi untuk upgrade. Namun sayang sekali prosesor miniPC ini sudah tersolder pada motherboardnya. Sehingga peluang untuk upgrade tidak memungkinkan di sektor processor. Selebihnya tidak ada opsi upgrade untuk miniPC ini.

SUMMARY

Overall menurut pendapat pribadi Picel, Asus Pro MiniPC PN62 secara konsep adalah sebuah minipc menarik yang bisa jadi solusi buat kita yang membutuhkan komputer ringkas. Bundling penjualannya pun memungkinkan kita meletakkan minipc ini dibelakang monitor mempergunakan vesa mount.

Yang menjadi concern Picel adalah performanya yang cukup nanggung. Kemampuannya untuk urusan kantoran atau sekolahan sih gak masalah. Tapi lebih dari itu, untuk aplikasi yang membutuhkan performa tinggi seperti design harus berpikir 2x. Dengan spek yang kita bahas ini terlihat kombo yang cukup menjadi titik lemah, mulai dari processor i3, ram 4GB, hingga hardisk menjadikan lengkap banget deh bottleneck-nya.

Kalau kita harus pilih model ini, maka prioritas upgrade menurut pribadi Picel harus mulai dari storage NMVe ataupun SSD 2.5 inch dulu setelah itu baru RAM. Karena dampak storage ini akan minimal buat kita berasa lebih snappy dalam navigasi dan menjalankan aplikasi.

Untuk spek yang kita review ini dibanderol dengan harga sekitar 6.8juta rupiah. Dan kalau kita butuh performa yang lebih tinggi lagi, ada juga model yang i5-10210U dengan RAM 4GB dan HDD 1TB di rentang harga 8 jutaan dan i7-10510U dengan RAM 4GB dan HDD 1TB di harga 10 jutaan.

Jadi paling itu aja review dari Picel kali ini terkait dengan Asus Pro MiniPC PN62-10110 Plus. Dan kalian bisa tonton video review ini melalui link berikut ya.

Youtube Video

Mini PC dari ASUS?! Gimana ya performanya? – Asus Pro MiniPC PN62 Review Indonesia

Gallery