Setelah beberapa minggu mendapatkan gempuran laptop dengan spek-spek gahar dari berbagai macam brand, sekarang Picel akan cooling down dulu dengan review laptop legend yang lawas tapi berkelas yaitu Lenovo ThinkPad T420.

Beberapa waktu lalu, Picel sempat mereview model lainnya, yaitu Lenovo ThinkPad L460, Thinkpad T440. Jadi kalo teman-teman belum sempat lihat, bisa cek reviewnya disini ya.


Butuh laptop second 2 jutaan? Full HD, 8GB RAM, 256GB SSD – Lenovo Thinkpad L460 Review Indonesia
Butuh laptop second 2 jutaan? Full HD, 8GB RAM, 256GB SSD – Lenovo Thinkpad L460 Review Indonesia

Lenovo ThinkPad T420 ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2011, dan itu berarti laptop ini sudah berumur 9 tahun pada tahun 2020 ini.

Spesifikasi detailnya adalah sebagai berikut:

  • Processor Intel Core i5 (2nd Gen) 2520M
  • RAM 8GB DDR3 1600Mhz Single Channel
  • Hardisk 2.5 inch SATA 320GB
  • Intel® HD Graphics 3000 dengan sharing memory 2GB
  • Layar 14 inch 8-bit dengan resolusi 1366 x 768 dan refresh rate 60Hz

DESIGN & BUILD QUALITY

Designnya sendiri cukup jadul ya, kalo kita compare dengan model2 kekinian. Tapi design ini sangat diminati orang-orang kantoran pada saat itu, karena memang, Lenovo menyasar para eksekutif sebagai target market mereka pada saat itu.

Tetapi sekali lagi, seri ThinkPad adalah peninggalan dari brand raksasa IBM, yang kemampuan serta build quality perangkat-perangkat mereka terkenal solid dan berumur panjang.

Dan seperti seri ThinkPad pada umumnya, material bodynya full plastik, tapi karena penggunaan matte finish membuat laptop ini tampak terbuat dari logam, dan sepertinya tahan banting. Bagian cover atasnya full hitam dengan bahan yang agak kesat, dan hanya ada sebuah led dan tulisan Thinkpad berwarna silver di sisi kiri atas, serta tulisan Lenovo yang tercetak vertikal di sisi kanan bawah. Dan yang menarik disini untuk mekanisme layarnya ini ada sebuah slot pengunci layar agar tidak terbuka secara tidak sengaja.

Laptop ini tergolong cukup tebal dengan dimensinya 34 x 23,5 cm, ketebalan 3cm dan bobot laptopnya yang lumayan berat yaitu 2,3 kg. Laptop ini memiliki kaki-kaki yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi tambahan ruang bagi sirkulasi udara pada laptop ini.

Untuk I/O port pada laptop ini terdapat di sisi kiri, kanan dan belakang.

Pada sisi kanan kita bisa temukan:

  • 1 Kensington lock
  • 1 port USB Type-A 2.0
  • 1 port USB Type-A 2.0 yang berfungsi juga sebagai e-SATA
  • 1 ExpressCard 34 slot
  • 1 slot 4-in-1 card reader
  • 1 port Audio Combo 3.5mm
  • DVD-RW

Pada sisi kiri disematkan:

  • VGA Port
  • Gigabit Ethernet port
  • DisplayPort
  • 1 buah port USB Type-A 2.0

Pada sisi belakang terdapat

  • Charging port
  • USB type-A yang support standby charging

LAYAR

Layar pada Lenovo Thinkpad T420 masih menggunakan panel TN dan matte finish sehingga tidak terlalu silau kalau terkena cahaya. Layar laptop ini juga memiliki tingkat kecerahan sekitar 230-nits, dengan bentang layar 14,1 inch, dan memiliki resolusi sebesar 1366 x 768, color depth 8-bit dan refresh rate 60Hz.

Terdapat sepasang engsel penopang layar laptop ini, yang diberi warna silver, yang cukup kontras dengan warna body laptop ini. Engsel pada layar laptop ini kuat namun masih mudah untuk dioperasikan sehingga kita bisa membuka layar laptop ini dengan hanya 1 tangan. Engselnya ini juga sudah mendukung kemiringan layar hingga 180O.

Beralih ke bagian bezel layar, berdasarkan pengukuran Picel, bezel kanan dan kirinya setebal 1,5cm, 2.5cm pada sisi atas, 3.5cm pada sisi bawah. Dan mengingat laptop ini rilis pada tahun 2011, maka ukuran bezel segini cukup wajar pada masanya.

INPUT DEVICE

Keyboard pada laptop ini enak banget, disini sebenarnya nilai plusnya dari laptop Thinkpad. Feedback tombolnya enak dan berasa tactile walaupu switchnya masih menggunakan Chiclet. Namun walaupun feeling keyboardnya menjadi nilai lebih, di bagian keyboardnya juga yang menjadi nilai negatifnya terlebih di bagian layout keboard.

Secara umum, keyboardnya ini masih mempergunakan layout original dari zaman IBM. Walaupun begitu, buat kita yang gak biasa maka layoutnya ini bisa dikatakan cukup berantakan karena ukuran tombolnya gak biasa.

Contohnya tombol backspace, spasi, yang kecil, dan juga seperti tombol enter dan escape yang kebesaran. Dan juga layout keyboard qwerty agak tidak standar, pasti agak kesulitan menggunakan keyboard pada laptop ini di awal-awal. Tapi setelah terbiasa, keyboard laptop ini bisa bikin betah buat ngetik, ataupun aktifitas lainnya yang banyak menggunakan keyboard.

Sayangnya keyboard laptop ini belum dilengkapi dengan teknologi backlight. Tapi untuk menyiasati hal tersebut, Lenovo sudah menyematkan sebuah LED putih pada bezel atas, yang berfungsi sebagai penerang untuk keyboard ini.

Dan seperti pada laptop seri ThinkPad generasi setelah IBM lainnya, permasalahan utamanya adalah tertukarnya tombol Control dengan Fn. Sehingga akan sering salah pencet, namun ada setting di bios untuk mengubah fungsi tombol Fn menjadi Control.

Beralih kepada Touchpad, ukurannya tergolong cukup kecil yaitu 7,5 x 4,5 cm, dan ada 2 buah tombol fisik diatas touchpad namun di touchpadnya sendiri itu tidak ada tombol yang terlihat. Untuk tombol di bagian bawah ini posisinya berada di ujung laptopnya sehingga akan memudahkan dalam menekan tombolnya.

Dan ada juga sebuah trackpoint yang berada di tengah berwarna merah, sehingga buat kita yang memang terbiasa mempergunakan trackpoint ini maka akan menjadi nilai plus. Walaupun begitu, fitur ini belum tentu cocok buat semua orang, karena kebanyakan dari kita pasti akan lebih nyaman langsung pakai mouse.

PERFORMANCE

Dari segi performa, laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i5 generasi ke-2 yang memiliki 2 inti fisik dan 2 inti virtual dengan total 4 inti. Base frequency yang digunakan prosesor ini sebesar 2.5 GHz, dengan turbo frequency max 3.2 GHz, dan TDP yang dipakai sebesar 35W.

Untuk test performanya, kita coba jalankan serangkaian benchmark seperti biasa.

Yang pertama yaitu Cinebench R20. Lenovo ThinkPad T420 dengan processor Intel Core i5 2520M ini berhasil mendapatkan skor sebesar 529. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Selanjutnya Picel jalankan rendering test BMW di aplikasi Blender dan hasilnya laptop ini tidak berhasil menjalankan aplikasi Blendernya.

Selanjutnya Picel coba jalankan PCmark 10 untuk melihat overall performa dari laptop ini dan hasilnya adalah 3.806 untuk essentials, 3.390 untuk productivity, dan 0 untuk Digital Content Creation. Dan PCMark10 gagal menghasilkan nilai rata-rata, karena nilai untuk Digital Content Creation dianggap tidak valid.

Untuk urusan grafis, laptop ini memiliki hanya 1 GPU integrated yaitu Intel® HD Graphics 3000, yang memiliki RAM sharing sebesar 2GB, dengan base frequency 650MHz. Dan untuk test GPUnya, kita coba jalankan 3DMark Time Spy, yang laptop ini juga gagal menjalankan testnya karena GPU nya yang tidak mendukung.

Kita juga coba menjalankan test yang lebih rendah yaitu Firestrike dan Cloud Gate dan hasilnya kedua test tersebut tetap sama bahwa test juga tidak berhasil dijalankan di laptop ini.

Selanjutnya kita langsung test mempergunakan serangkaian game benchmark Picel seperti biasa ya. Dan hasil dari pengetesan ini, Picel tampilkan di settingan baik graphic detail maupun resolusi dengan FPS optimal yang sanggup dihasilkan laptop ini.

  • Untuk GTA 5, dengan resolusi 800 x 600 dan setting Normal, maka bisa mendapatkan rata-rata framerate 10fps dengan max 14.9 dan min 4.7fps.
  • Untuk FIFA 19, game ini tidak bisa berhasil dijalankan.
  • Untuk game PUBG: Lite, game ini tidak bisa berhasil dijalankan.
  • Untuk game Need for Speed Heat, game ini tidak bisa berhasil dijalankan.
  • Untuk game CS:GO, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, average framerate di 26.5 dengan max 20.3 dan min 3.6fps
  • Untuk game Valorant, dengan resolusi 1280 x 720 dan setting Low, average framerate di 26.5 dengan max 60.3 dan min 16.6fps.
  • Untuk game Pro Evolution Soccer 2021, game ini tidak bisa berhasil dijalankan.
  • Untuk game The SIMS 4, dengan resolusi 1366 x 768 dan setting Low, average framerate di 70.3 dengan max 108.7 dan min 39.9fps.
  • Game terakhir yaitu DOTA 2, dengan resolusi 1366 x 768 dan setting Fastest (Very Low), average framerate di 32.1 dengan max 45.5 dan min 12.2fps.

Untuk Final Test, Picel jalankan Adobe Premiere menggunakan Picel Premiere Benchmark, dan hasilnya laptop ini berhasil merender project 15 clips 4K 30FPS dan berhasil di export dengan format H264 dan preset high quality 4K dalam waktu 59 menit 10 detik. Berikut ini merupakan perbandingan dengan laptop dan PC yang Picel pernah review.

Jadi beberapa test aplikasi grafis dan game  barusan, bisa keliatan ya, kalo laptop ini sudah mulai kelihatan umurnya, dan tidak cocok untuk menjalankan game-game jaman now dan memang peruntukan bukan sebagai gaming device.

Kita harus atur ekspektasinya dalam penggunaan laptop ini karena laptop ini diperuntukan untuk segmen basic consumer, yang artinya hanya untuk pemakaian standart, bukan untuk design, editing, apalagi gaming. Jadi, sekali lagi, jangan terlalu berharap bisa enjoy nge game menggunakan laptop ini, ya kecuali kalo sekedar main web games atau main game ringan seperti gamehouse atau popcap, masih enak.

MULTIMEDIA

Untuk audio, sama seperti Lenovo ThinkPad L460 dan T440p yang pernah Picel review, suara yang dihasilkan laptop ini berasal dari dua buah speaker yang terdapat di sisi kanan dan kiri bagian bawah laptop.

Tidak ada keterangan apa-apa di situs Lenovo perihal teknologi yang digunakan pada speaker laptop ini, tapi suara yang dihasilkan masih enak didengar, dan range suaranya cukup kerasa buat ruangan dengan ukuran medium, tanpa menggunakan speaker external.

Berdasarkan pengetesan Picel, dengan volume max, speaker ini mampu menghasilkan suara rata-rata 83.3dB, dengan maximal di 88.6dB.

Untuk webcam, laptop ini memiliki resolusi 720p untuk video dan 0,9MP untuk foto yang ditemani dengan LED berwarna hijau yang menandakan activity webcamnya.

Kualitasnya cukup bagus di tempat yang melimpah cahaya, tapi banyak noise jika keaadan tidak terlalu terang. Ya udah cukup lah sekedar zoom meeting atau sekolah online. Padahal, banyak juga kan yang gak aktifin kameranya kalo lagi online meeting.

BATTERY

Untuk baterai, Lenovo ThinkPad T420 ini memiliki baterai sebesar 57.000 mWh. Baterainya model attachable, sehingga bisa kita cabut pasang secara mudah, tanpa harus membongkar cover bodynya. Kemampuan batrenya biasa aja sih ya. Hasil pengetesan Picel menggunakan AIDA64, baterainya sanggup bertahan selama 1 jam 21 menit dalam mode full load dan maximum brightness.

Dan untuk pemakaian standard seperti mengetik dan browsing, dengan medium brigtnes, bisa bertahan hingga 3 jam. Dan jika dalam keadaan idle atau tidak dipakai, batre ini sanggup bertahan hingga 6 jam. Ini wajar, mengingat prosesor yang digunakan pada laptop ini cukup menguras daya dengan TDP 35 Watt dan power managementnya belum se-efisien dari laptop jaman now gitu.

Untuk charging bisa mempergunakan charger bawaannya dengan 20 Volt 4.5 Ampere sehingga total daya 90 watt. Chargernya ini dapat mengisi baterai dari kosong hingga penuh selama 1 jam 28 menit dalam kondisi laptop mati ya.

UPGRADEABILITY

Untuk kemampuan upgrade hardware buat laptop ini, opsi yang diberikan bisa dibilang cukup.

Di bagian memory, saat ini sudah terpasang satu keping 8GB DDR3. Dan yang menarik disini bahwa slot ekspansi RAMnya berada di dua sisi sehingga untuk mengganti modul memori yang pertama butuh membongkar keyboardnya.

Namun untuk slot RAM keduanya ini jauh lebih mudah diakses karena langsung tersedia dari cover kecil yang ada di bagian bawah laptop. Jadi agak aneh aja ya gak seperti laptop biasanya yang module 1 dan 2 berdampingan.

Di bagian storage, sudah ada slot SATA yang terisi HDD 2,5inc dengan kapasitas 320GB. Storage ini bisa kita upgrade dengan SSD/HDD 2,5inch hingga 2TB namun perlu diingat bahwa interface SATAnya hanya bisa maksimal 3Gbps (Gigabit) dan bukan 6Gbps yang biasa di interface SATA.  Untuk mengganti hardisknya, kita cukup membuka satu baut dibawah dan langsung tarik ke luar hardisknya dari sisi kiri laptop.

Selanjutnya buat kita yang masih butuh slot tambahan, maka bisa menggunkan slot DVD-RW dan diganti dengan HDD caddy.

SUMMARY

Overall, menurut pendapat pribadi Picel, laptop Lenovo T420 ini masuk sebagai laptop second yang cukup memenuhi kebutuhan computing basic kita. Laptop ini cocok buat teman-teman yang tidak terlalu mobile, mengingat bobot laptop ini yang lumayan berat.

Namun untuk kemampuan komputasi laptop ini tergolong masih ok banget untuk ngerjain tugas kantor, ngetik skripsi, atau tugas-tugas kuliah dan sekolah yang tidak terlalu berat. Dan untuk urusan gaming, laptop ini gak usah diharapkan dalam sektor ini biar gak kecewa.

Laptop ini dibandrol mulai di harga 2 jutaan rupiah secondnya dengan RAM 8GB, jadi bisa dibilang cukup terjangkau. Kalau nambah sekitar 1 juta sih bisa dapet yang Thinkpad T440p dengan processor yang dua generasi diatasnya. Tapi kalau memang harus pilih T420, Picel sarankan untuk menambah kapasitas RAM dan Storage-nya agar lebih nyaman menggunakan laptop ini.

Jadi paling itu aja review dari Picel kali ini terkait dengan Lenovo Thinkpad T420. Dan kalian bisa tonton video review untuk laptop ini melalui link dibawah ini ya.

Youtube Video

Laptop 9 tahun masih mumpuni di 2020? Lenovo Thinkpad T420 Review Indonesia

https://youtu.be/hawdrkNvves

Gallery